Tentang Mama

Sejak dulu hidup Mama saya selalu ada di seputar keluarganya. Mengurusi kedua anak perempuannya dan papa. Sepertinya hampir tidak ada waktu untuk dirinya sendiri. Itu saya sadari baru belakangan ini saat melihat rambutnya yang semakin memutih dan kerut di muka yang bertambah tebal.

Memang benar. Mama memang tidak terlalu memperhatikan kondisi fisiknya sebagai perempuan. Rasa-rasanya pergi ke salon dalam seumur hidup sepertinya hanya hitungan jari pun salon rumahan. Perawatan muka di rumah juga seadanya. Tidak pernah sepertinya saya lihat mama membeli krim ini-itu merk berharga mahal kecuali dibelikan anaknya atau saudara. IDan baru dilakukannya dalam 5 tahun terakhir ini.
Sewaktu kami liburan dan bertemu saudara jauh saya perhatikan betapa jauh berbedanya cara berpenampilan Mama dengan mereka. Muka Mama terlihat lebih letih jika dibandingkan dengan mereka yang seumuran.  Iseng saya lantas berceletuk di depan keluarga. Menggoda Mama yang sudah terlambat memulai perawatan.
Tidak lama kemudian saya menyesal menggoda Mama.
Semestinya saya merasa jauh lebih bangga memiliki seorang Ibu yang cantik tanpa polesan apapun. Yang tidak menghabiskan waktu untuk mematut dirinya tapi lebih memperdulikan isi perut anaknya sejak pagi hari sekali. Yang tidak menghabiskan uang agar terlihat lebih cantik tapi lebih memperhatikan bagaimana kedua anaknya bisa bersekolah di tempat terbaik.
korea keluarga
I love you, Emak!
Advertisements