‘Broken Window Theory’, Karangan Bunga, Lilin, dan ‘Invisible Good People’

jangan diam.

The Laughing Phoenix

Ada dua peristiwa menarik bagi gw dari negeri ini yang baru saja terjadi. Kebetulan keduanya berhubungan dengan figur Ahok. Yang pertama, fenomena karangan bunga di Balai Kota sesudah kekalahan Ahok di Pilkada DKI. Entah siapa yang memulai, tetapi kedatangan karangan bunga dalam jumlah sedikit perlahan menjadi seperti arus bah. Semuanya berisi pesan semangat kepada Ahok dan Djarot, dan banyak sekali unsur kreativitas di dalam merangkai kata-kata yang lucu. Di “generasi meme”, karangan bunga pun menjadi ajang kata2 mutiara ataupun pesan yang kocak.

Karangan bunga untuk Ahok-Djarot di Balai Kota a_ MTVN-Nur Azizah Sumber: pilkada.metronews.com

Yang kedua, menyusul divonisnya Ahok sebagai bersalah melakukan penistaan agama (padahal jaksa pun tidak merasa pasal ini cocok digunakan di kasus ini). Diawali dari beberapa titik di kota Jakarta, aksi lilin terus melebar ke kota-kota lain (yang jelas tidak berhubungan dengan Ahok), bahkan sampai ke negara lain. Wacana aksi lilin menjadi lebih besar dari sekedar protes atas ketidakadilan kepada Ahok, tetapi juga keprihatinan atas kebangsaan yang…

View original post 926 more words

Advertisements