Sepi

Tinggal di ibukota tidak bisa terlepas dari hingar bingarnya. Denyut jantung yang berdetak sangat cepat dan kaki yang melangkah lebar. Aku sudah 27 tahun lebih tinggal di sini, di Jakarta. Aku terbiasa dengan kharakteristik kota besar.  Makanya, berisik itu hal yang normal buatku.

Morrie, salah satu karakter di buku dan film yang berjudul serupa Tuesday With Morrie karya Mitch Albom mengatakan, “What is it about silence that makes people uneasy?”.

Sekarang sudah dua tahun aku menempati sebuah ruangan kecil di lantai 12. Sendiri tanpa orangtua. Awalnya aku merasa sepi. Seringkali sendu menyergap tiba-tiba. Tidak memiliki teman bicara. Apalagi aku sering pulang malam. Begitu sampai di kamar tidak lagi suara terdengar terkecuali suaraku sendiri.

Suaraku hanya dikonsumsi untuk aku pribadi. Tidak ada balasan. Lenyap begitu saja di udara. Anehnya, aku menyukainya. Iya, aku suka sepi. Tidak harus repot mengeluarkan kata kata untuk menyenangkan orang lain.  Atau tidak takut menyakiti orang lain karena ucapanku.

Lagipula sepi itu tidak melulu berkorelasi dengan kesedihan. Kenapa kita harus merasa tidak nyaman karenanya? Bahkan kita berusaha dengan keras untuk menghindarinya dengan membuat janji bertemu teman, berkenalan dengan orang baru, ngobrol ngalor ngidul dengan teman. Begitu terus berulang tiap harinya. Kita akan terus mencari cara untuk mengisi kekosongan. Tidak pernah terputus dari kehidupan luar. Kita menjadi takut dibuatnya. Karena menyendiri berarti ada sebuah kekosongan yang jarang dirasa. Hal yang asing.

Menurutku orang-orang harus belajar untuk mencintai sepi, menyendiri. Melepaskan diri sejenak dari segala macam keributan. Tanpa atribut yang melekat, tidak usah memperdulikan apa-apa kecuali bunyi nafasmu sendiri dan isi kepalamu sendiri.

Sebab, sepi itu memberikan waktu untuk kita bisa lebih mengenal diri kita, mencari tahu ketakutan-ketakutan kita.  Agar kita tidak menjadi asing dengan diri kita sendiri.

Eventually we find that it’s not the silence we’re uncomfortable with, but ourselves.

*Sabang, 31 Oktober 2014.

Advertisements