tanpa kata

Saya percaya rasa sayang tidak harus diungkapkan. Misalnya tengah malam kemarin, ketika kamu tiba-tiba menyalakan volume radio kencang-kencang saat satu lagu kesukaanmu diputar.

“Ini lagu untukmu!”katamu riang dan lalu berjoget khasmu.

Dua tanganmu diulurkan ke arahku, mengajakku berdiri bergoyang bersama, tapi aku menggelengkan kepala. Aku lebih senang menonton kegilaanmu yang bernyanyi tanpa nada dengan suara baritonmu itu.

“Kamu gila!”teriakku keras berusaha melawan suara musik. Entah apa kata penghuni rumah sebelah mendengar semua ini. Tapi nampaknya kamu tidak peduli. Dan kamu hanya bisa tertawa.

“Favorite, you’re my favorite. It’s like all the girls around me don’t have faces.”

Lirik lagu yang sudah kamu hafal di luar kepala memenuhi tempat tidur kita. Kamu bergerak ke luar ke arah ruang tamu.

“And the saying goes. Life is just a game but I’m not playing.”

Lalu aku pun bangun dari tepi tempat tidur. Berjalan mengarah ke kamu yang masih asik bergoyang sendiri membelakangiku.

“Dearly baby, feel it in your soul. Are you ready?”

Belum selesai lagu itu diputar di radio tapi kamu sudah terdiam. Setelah aku mendaratkan kecupan hangat di pipimu dan memelukmu erat.

“I know your heart been telling you, you belong to me.”

 

Ririn.

 

*song by Chris Brown – Fine China

Advertisements