Shit Happens. Shit!

Menengok ke posting tulisan blog saya sepertinya update kehidupan kebanyakan curhat ya isinya. Well, they say shit happens at times or sometimes, and for me this time of the year probably not one of the time of my life. Cus shit happens LOTS of times. Hahaha..

Soal cinta memang selalu menarik untuk dibahas, setuju? Tapi banyak yang tidak sadar kalau menulis atau curhat tentang itu menyedot banyak energi kita. Sebab, otak kita ‘dipaksa’ untuk memutar ulang semua kejadian masa lalu. Kembali mengulik memori tentu juga kembali membawa kita ingat rasanya saat mengalami kejadian itu bahkan mungkin lebih pedih ketimbang waktu kejadian nyatanya. Dan itu lah yang membuat otak capek, hati lelah, berujung menggalau dan bikin susah move-on.

Capek kan?

Itu yang lagi saya rasain akhir-akhir ini. Alhasil karena waktu kesedot untuk yang-sekarang-sudah-tidak-penting-itu banyak tulisan saya yang terbengkalai. Oke, mungkin ini karena manajemen waktu saya yang buruk juga kali ya. Satu masalah dijadikan kambing hitam atas
kemalasan saya. Haha. Benar kata orang bijak, musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri.

Dan di sini saya lagi berperang melawan Ririn yang satu lagi. Ririn yang malas dan kebanyakan alasan, Ririn yang lagi memiliki kepercayaan minim bahkan nyaris kosong untuk banyak hal. Tapi itu hanya sementara. Karena saya yakin ini hanya satu periode dalam hidup untuk membuat saya semakin kuat.

Nah, makanya, daripada kebanyakan membuang waktu menulis hal berbau cinta tentang orang-orang yang tidak lagi penting lebih baik saya meluangkan waktu (baca:mencuri waktu di tengah deadline) buat menulis kegiatan saya. Karena saya masih percaya petuah dari penulis favorit saya, Agus Noor, menulislah agar terhindar dari kegilaan. 

 

…Dan sesungguhnya percayalah kawan, menulis hal di luar cinta lebih
bagus untuk kesehatan hati anda.

 

Pusat kota ditemani segelas besar kopi susu, 8 Mei 2013.

Advertisements