Blog untuk Tuhan

Tuhan, katanya Engkau ada dimana-mana kan? Kalau begitu aku boleh kan berdoa di status facebook atau blogku yang ini?

Tapi Tuhan, buat masuk ke facebook kita harus terlebih dulu punya akun biar bisa log-in sama memasukan password. Terus kita juga harus jadi teman dulu. Biar tulisan doa-doaku bisa Engkau baca. Dan untuk bisa baca blogku, Tuhan, sambungan internet  diperlukan. Soalnya tuliskanku disimpan di dunia maya. AH di surga pasti ada internet kan, Tuhan? Kan di sana serba ada, sabdaMu.

Ah, tapi aku percaya Engkau bisa langsung masuk facebook tanpa punya akun sekalipun, Engkau kan Yang Maha Kuasa. Gunung saja bisa kamu ledakan hingga menganga lebar dan suaranya membahana ke tujuh samudera. Perkara akun facebook pasti ibarat menjentikan jari bagimu. Apalagi sambungan internet, di tanah SurgaMu yang serba kaya itu sambungan internet pasti memakai kecepatan cahaya.  Kapan-kapan, boleh aku coba bermain di sana, Tuhan?

Tapi Tuhan, maaf. Tulisanku tidak bagus. Tidak penuh kata mutiara yang indah dan sarat makna seperti  kitab suci milikMu. Tulisanku hanya racauan dengan coretan serba tak jelas. Kadang menggurui, sering sok tahu. Padahal hanya Kamu kan Yang Maha Besar, yang paling mengetahui segala tetek bengek kehidupan, kematian dan kehidupan setelah kematian.

Dan Tuhan, maaf kalau aku jarang sekali bersyukur di tulisanku juga di kehidupan nyataku. Begitu terkena masalah bukannya segera berdoa aku justru menghadap komputer dan meluapkan semuanya dengan menulis. Begitu senang aku justru menghubungi makhluk lain ciptaanMU, bukan teringat mengucap syukur padaMu. Padahal bukannya semua yang kupunya dan yang ada di semesta ini ada dalam kehendakMu, begitu juga nafasku ini.

Aku sering melupakanMu. Entah kapan terakhir keningku menyentuh alas suci untuk menyembahMu. Mulutku suka salah berkata-kata. Bukannya mengagungkan namaMu malah perkataanku menyakiti hati sesama tanpa aku sadari atau yang memang sengaja kuucapkan .

Terakhir, aku mohon dengan sangat wahai pemilik semesta. Begitu tulisan ini sudah Engkau baca, jangan marah ya Tuhan. Kata-kata bagiku adalah doa. Dan aku, hambaMu yang penuh cerca tak bisa memberi apapun, kecuali doa setulus-tulusnya doa dan maaf se-maaf-maafnya maaf.

Oia Tuhan, aku juga tidak keberatan kalau Engkau membaca ini malam hari atau keesokan paginya. Sebab aku tahu, Engkau super sibuk sebagai yang Maha pemilik dan pengatur segala.

Ririn Agustia, 12 September 2012

Fa-biaayi alaa’l Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?)

Q.S. Ar-Rahman 55:1-13

Advertisements