(re) solusi

Beberapa minggu terakhir rasa-rasanya hidup saya datar sekali. Terpaku dengan rutinitas dengan jadwal serba acak. Bangun siang, pulang malam, bertemu orang, kelarkan tulisan. Hanya berputar di lingkaran itu-itu saja.

 

Tapi kemarin, tepatnya Rabu 5 September 2012, saya kembali menemukan satu kepingan puzzle yang hilang dalam rutinitas itu. Itu adalah dunia liputan, di lapangan. Menjumpai berbagai macam orang hanya dalam satu kesempatan. Itu yang hilang sejak awal tahun lalu ketika nama saya terdaftar di kolom yang berbeda selama setahun terakhir sebelumnya.

 

Saya rindu dalam sehari bisa bertemu banyak orang di berbagai kesempatan. Perasaan menggebu-gebu bersemangat karena orang-orang di sekitar saya juga bersemangat. Terus bergerak bukan hanya jemari saja yang bergerak di atas keyboard laptop.

 

Tapi saya tahu kalau saya tidak bisa bermanja-manja meminta pindah karena saya sekarang berada di tempat yang saya inginkan. Nah kan daripada saya meracuni diri dengan pikiran itu lebih baik mencari ‘obatnya’.

 

Sumber masalah sudah ditemukan sekarang tinggal seperti apa racikan resep ‘obat’ agar cepat ‘sembuh’. Pokoknya bagaimana pun caranya saya harus bisa mengisi kekosongan itu. Menjaga agar hidup tidak monoton membosankan. Akhirnya munculah deretan hal-hal yang ingin saya (kudu;musti; wajib; harus) lakukan.

 

  1. Ambil les bahasa inggris. My English is getting worse, can only speak-speak and write little little lah..
  2. Isi amunisi kamera lomo saya yang sudah mangkrak di kamar berbulan-bulan. Mulai hunting foto dimana saja.
  3. Iseng-iseng ikut kumpul couchsurfers pas weekend
  4. Dua minggu sekali main ke satu tempat baru di ibukota entah itu tempat makan atau museum atau pasar.
  5. Pengin punya dokumentasi foto bersama tiap narasumber yang sudah saya wawancara.  haha..

 

You are your problem but you are also your own solution – BridesMaid

Advertisements