Sebuah Analogi : Bra dan Percintaan

Biasanya, selepas kelar deadline otak saya segera meledak. Bukan meledak dalam arti sebenarnya. Tapi menjadi semakin bawel baik di dunia nyata atau maya. Meluapkan semuanya yang tadi tertahan. Ibarat orang kebelet pipis di tengah kemacetan begitu ketemu WC langsung deh mengucur deras itu air.

Seperti siang ini. Bom waktu di otak mau segera saya pencet detonatornya. Duarr!! Tadinya saya terpikir untuk menelpon pacar, tapi doi pasti sibuk kerja. Yaiyalah, siapa juga yang udah nyante ongkang-ongkang kaki jam 1 siang gini? Alhasil, meledaklah semuanya itu di WC (baca: boker) dan di @Riiinnn.

Berhubung saya enggak mau dan jijik juga menggambarkan bentuk eek saya di sini maka saya copas saja cuit-cuit yang terserak dari otak ke linimasa akun twitter.

Semacam ee’ yang harus dikeluarkan tiap harinya meski keras dan membuat sakit pantat akibat kontraksi (baca: ngeden), itulah kamu. ‪#twitWC‬

Semacam bra yang kawatnya udah bengkok bikin enggak nyaman dan luka, itulah kamu ‪#twitUnderwear‬

Semacam gitar tua yang stem-annya udah rusak dengan nada meleset enggak enak didengar, itulah kamu ‪#twitMusisi‬

Semacam komputer yang terlalu sering di-reboot dan defrag (baca:putus nyambung)hanya buang2 energi dan waktu, itulah kamu ‪#twitProgrammer‬

Enggak lama di siang bolong gini – I always wonder why they put ‘bolong in siang’, anyways- , ada yang nyaut juga sama cuitan saya. Ternyata bukan hanya saya yang magabut :)) Dan ternyata lagi oh ternyata, cuitan yang dapat sautan lumayan daripada lumanyun itu cuitan soal bra, alias beha. Teman saya Vitri dan Gusti dan Anindya temennya Vitri nyamber soal si penyangga dada tipis memprihatinkan, ada dikit, lumayan, dan mbleber itu.

@anindyaloka : @ismasav @Riiinnn Buakakakakakak! Semacam bra lama yg udah kendor karetnya tp udah kadung nyaman ‪#nyamber‬

@ismasav: @anindyaloka @Riiinnn hahahaha.. Atau semacam nggak pakai bra? Nyaman tanpa ikatan, namun nggak mungkin jalan2 keluar?

@Riiinnn: @ismasav @anindyaloka bisa jg semacam memakai bra salah ukuran dan model, buat mendapat yang pas harus dicoba dulu berbagai jenisnya :))

@anindyaloka Kamu seperti push up bra. Memberikan “dukungan”. Tanpamu aku kosong ‪#TwitUnderwear‬ cc: @ismasav @Riiinnn

@ismasav: @anindyaloka @Riiinnn bra yang mahal pun belum tentu nyaman. Bagus doang tampilannya, tapi dipake nyiksa 🙂 ‪#semacambra‬

@anindyaloka: @ismasav @Riiinnn Eh enak tau pake bra mahalan, kaya brasa ngga pake. Eh jgn2 punya pacar tajir gitu. Punya, tp brasa ngga punya 😀

 @Riiinnn: @ismasav @anindyaloka mahal/murah toh pasti akan kotor, dicuci, berulang terus. Yg ternyaman meski udah kendor yg biasanya dipertahankan 😀

Dari percakapan ngalor ngidul itu Saya, Vitri, dan temannya Vitri tanpai dikomandoi sepakat kalau Bra dan Percintaan itu sebenarnya serupa. Sama-sama memberikan rasa nyaman, tak peduli harga dan merk atau kelas sosial dan tampang rupawan.

Boyfriends = bra. Cover u up albeit sometimes suffocating. And they pick u up when u need some support. (@anindyaloka)

Salam Beha!

Ririn Agustia

Ps: kalau bra punyamu sudah tidak lagi nyaman dipakai, buat apa bertahan, bukan?:)

 

Advertisements