Menyoal Bercinta

Seorang teman pernah bercerita betapa hebat kehidupan ranjangnya. Dia bisa dengan mudah menunjuk satu orang untuk menjadi teman memadu kasih dalam satu malam. Tipikal orang yang melihat pasangannya sebagai objek pemuasan nafsu semata.

Jika dilihat dari kata dasarnya sudah terlihat bercinta itu merupakan satu bentuk hubungan yang berlandaskan perasaan bukan kenikmatan fisik belaka. Tentu saja, percintaan pelacur dan pelanggannya itu kisah lain lagi.

Saya pribadi mendefinisikan bercinta lebih dari sekadar penetrasi penis ke dalam vagina, lebih dari permainan foreplay yang panas hingga memuai mencapai titik klimaks. Bercinta tidak hanya pelepasan hormon-hormon menyenangkan dalam tubuh yang bisa berbahaya kalau tidak dikeluarkan.

Bercinta bukan perkara barang sekali pakai lalu tinggal buang ke tong sampah. Harus ada rasa percaya, menyayangi, dan terutama menghargai. Karena bercinta merupakan hubungan paling sakral dan terintim antara sepasang insan ciptaan Tuhan.

Bagi saya intimitas yang berlangsung saat bercinta adalah bentuk kepercayaan yang tidak terbentuk dengan mudah. Sebab, bercinta adalah saat  terdekat kita secara emosi dengan pasangan. Tidak hanya itu, bercinta juga waktu terintim kita dengan Sang Pencipta.

 

Meski tak dapat dielakan kalau memang bercinta menimbulkan keintiman yang lebih dalam bagi hubungan sepasang kekasih. Tapi itu bukanlah suatu keharusan dalam satu hubungan. Sesuatu yang sakral semestinya dilakukan dalam kondisi yang memang diinginkan keduanya. Ketika yang satu memaksa, maka kesakrakalan dan seni dalam bercinta itu lenyap sudah.

Di lain sisi, teman saya yang menjadi pecandu kenikmatan fisik tidaklah salah. Sebenarnya bukan hanya dia. Banyak orang melihat bercinta hanya sebatas persentuhan pria dan perempuan di bagian organ vitalnya. Mereka mungkin baru sanggup memaknai satu hubungan sebatas itu saja. Tapi setidaknya ia tak memaksa hubungan itu terjadi. Terkutuklah orang-orang yang memaksa pasangannya untuk bercinta.

I’m just gonna work and fuck. Like George Clooney –

Dylan, Friends With Benefit

Ririn Agustia, 3 Mei 2012.

Advertisements